Arsip

Penyakit dan Pengobatan

تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ

(أبوداود. صحيح)

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ وَجَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ إِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ بَرِأَ بِإِذْنِ اللهِ

Keprihatin Dr.Ali Ridha, Akp

KERIHATINAN DI BALIK PERKEMBANGAN
dr.Ali Ridha, Akp http://yarobbi.com

Alhamdulillah, masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal thibbun nabawi. Kalau kita lihat perkembangan thibbun nabawi di Indonesia mengalami akselerasi yang cepat beberapa tahun terakhir ini. Meskipun saya sendiri baru bergabung dan menekuni thibbun nabawi kurang lebih 2 tahun yang lalu setelah lulus pendidikan kedokteran umum.

Sebagai seorang muslim yang paling utama adalah kita meyakini kebenaran akan thibbun nabawi karena pengobatan ini mempunyai sumber rujukan yang jelas dan shohih. Meskipun secara ilmiah belum semuanya dilakukan penelitian. Tetapi sikap yang harus kita bangun adalah semua yang datang dari Rasulullah SAW mutlak kebenarannya.

Hal inilah yang memotivasi kami untuk bergerak mengembangkan dan mengenalkan thibbun nabawi ke masyarakat. Dan subhanalloh hal itu terbukti setelah kami berpraktek dengan thibbun nabawi banyak penyakit yang seharusnya bukan kompetensi kami untuk bisa menangani, tetapi ternyata di beri kesembuhan oleh Alloh SWT lantaran menggunakan terapi thibbun nabawi. Maka belum ada dua tahun kami praktek kami juga memberikan keilmuan ini kepada temen dokter maupun masyarakat umum yang ingin belajar terapi thibbun nabawi supaya lebih banyak yang tahu tentang terapi ini.

Penilaian saya terhadap Thibbun nabawi di Indonesia
Kelebihan
Secara umum perkembangan cukup signifikan, terbukti banyak klinik dan terapis bekam yang mulai bermunculan di beberapa kota di Indonesia. Kemudian kalau dilihat produk –produk muslim seperti Habbatussauda, minyak zaitun, sari kurma, madu mulai bermunculan dengan keanekaragaman yang lebih banyak. Alhamdulillah semangat kaum muslimin untuk mengembangkan pengobatan ini sangat bagus.
Apalagi untuk produk-produk muslim sudah banyak yang telah lulus ijin badan POM dan menggunakan standar cara pembuatan obat tradisional yang memenuhi standar.

Kekurangan
1. Banyak dari terapis yang belum memahami tentang konsep dasar pengobatan thibbun nabawi. Perlu kami jelaskan bahwasanya Bekam, madu dan habbatusauda itu adalah hanya sebuah terapi/ bentuk penatalaksanaan terhadap penyakit. Bekam bukan sebuah ilmu pengobatan yang membahas tentang etiologi/ penyebab penyakit, pathogenesis/ perjalanan terbentuknya sebuah penyakit, gejala klinis sebuah penyakit, bagaimana mendiagnosa sebuah penyakit, bagimana memberikan edukasi ke pasien tentang pencegahan terhadap penyakit dan lain-lain. Yang semua itu adalah sebuah rangkaian ilmu yang harus kita ketahui terlebih dahulu untuk melakukan sebuah tatalaksana penyakit terhadap seseorang.

Tetapi yang ada di masyarakat adalah kondisi yang berkebalikan. Terapis sudah bisa membekam tetapi tidak tahu tentang penyakit. Sebagai contoh misalnya kita menanyakan kenapa anda membekam pasien ini? Terkadang banyak dari kita (terapis) yang tidak bisa menjelaskan. Alasannya karena pegel-pegel, maka saya bekam. Padahal kalau kita mengilmui tentang konsep penyakit, pegel-pegel bisa disebabkan karena kurang darah, stagnasi energy atau serangan angin luar. Kalau pegel-pegel karena kurang darah seharusnya tidak dibekam. Sehingga terapi bekam tidak memberikan kesan kesembuhan kepada pasien.

Sebagai contoh suatu ketika saya dipanggil ke rumah pasien yang mengalami sakit CRF ( Chronic Renal Failure/ gagal ginjal kronis ), saya menanyakan kepada pasien pernah di terapi apa saja? Beliau menjawab saya rutin berbekam. Maka waktu itu saya geleng-geleng kepala. Kenapa pembekamnya tidak tahu kalau pasien tadi harusnya tidak di bekam. Karena kondisinya anemia dan lemah, dengan kaki yang membengkak. Inilah Yang saya khawatirkan akan semakin memperburuk citra bekam dimasyarakat yang mereka meyakini bekam adalah pengobatan Nabi.

2. Ada beberapa dari saudara kita melakukan terapi bekam tidak memperhatikan prosedur sterilitas yang benar. Contohnya berpraktek bekam di pasar yang terbuka, tidak membersihkan peralatan bekam dengan desinfektan, melakukan pembekaman tanpa mengetahui kondisi pasiennya dan lain-lain. Sehingga ada beberapa lapisan masyarakat kaum muslimin ini yang ragu untuk terapi bekam. Bekam terkesan kotor, mereka berpikir darah adalah media penghantar penyakit, sehingga kalau tidak higienis bisa menularkan penyakit dari satu orang ke orang yang lain.

3. Untuk biaya terapi bekam ataupun harga obat herbal Thibbun Nabawi terkesan lebih mahal, kalau dibandingkan dengan obat kimia. Sehingga masyarakat menengah ke bawah masih cenderung periksa ke dokter umum karena biaya periksa dan obat lebih terjangkau. Tetapi saya yakin disaat banyak produk herbal yang beredar maka kedepan harga semakin bersaing dan cenderung akan lebih murah.

Harapan:
1. Sebagai seorang dokter muslim, saya mempunyai sebuah harapan dan impian besar temen-temen dokter mau bergabung berjuang mempergunakan thibbun nabawi untuk pengobatan yang utama kepada semua pasiennya.

2. Kemudian berdirinya lembaga penelitian yang meneliti lebih jauh tentang bekam, habbatussauda, madu , kurma, zaitun dan yang lainnya.

3. Mempunyai impian berdirinya Rumah Sakit Thibbun Nabawi di setiap kota di Indonesia, disetiap kecamatan terdapat klinik thibbun nabawi dan di setiap kelurahan terdapat juru bekam professional putra dan putri.

4. Berdirinya lembaga sosial yang bergerak di masyarakat dengan memberikan pelayanan Thibbun Nabawi gratis.

Ini semua tidak akan terwujud kalau tidak ada keikutsertaan para dokter muslim untuk bergabung bersama dan peran masyarakat muslim untuk ikut belajar terapi ini.

Kepada para sejawat dokter muslim
Teman-teman sejawat yang saya hormati, Baginda Rosulullah SAW telah membawakan kepada kita petunjuk. Termasuk didalamnya petunjuk dalam memberikan pengobatan disaat manusia itu sakit. Saya berharap dan menghimbau untuk para teman sejawat dokter sambutlah petunjuk itu dengan hati yang lapang, mari kita teliti apa-apa yang telah beliau anjurkan sesuai dengan ilmu kedokteran.

Insya Allah apa yang beliau sampaikan penuh dengan kebenaran. Kita sebagai ilmuan diharapkan meneliti untuk menguatkan dan mengembangkan pengobatan ini sehingga umat ini akan sehat dengan yang HALAL, ALAMI, ILMIAH DAN ILAHIAH. Sehingga kehidupan ini penuh limpahan berkah dari Alloh lantaran mengamalkan sunnahnya Rosulullah SAW. Yakinlah saudaraku teman sejawat, “ Bersama sunnah ada kesembuhan “ dengan ijin Alloh Ta’ala.

Terapi Bekam Sembuhkan Aneka Penyakit

Apakah Anda pernah mendengar terapi pengobatan bekam? Awalnya terapi pengobatan dengan teknik mengeluarkan darah kotor itu populer di negara Arab, namun kini semakin banyak dipraktekkan di Indonesia.

Bekam atau Hijamah merupakan pengobatan cara Nabi (Thibbun Nabawi) yang tujuannya insya Allah untuk kesembuhan dan kesehatan, serta pahala karena bekam merupakan pengobatan yang dianjurkan dan dilakukan oleh Rasululloh.

Terapis Thibun Nabawi, Warsono mengatakan pengobatan yang utama sesungguhnya adalah dengan mencontoh cara nabi yakni dengan bekam, kurma, jintan hitam (Habbatussauda), madu dan minyak zaitun.

“Sebenarnya yang utama itu cara Nabi, salah satunya dengan bekam. Jika tidak sembuh maka alternatifnya baru dengan obat kimia,” ungkapnya pada Republika Online (ROL) di Pondok Gede, Jakarta, akhir pekan lalu.

Dirinya menyebutkan beberapa hadis tentang pengobatan yang memiliki keutamaan. Antara lain Hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang bunyinya, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam pada bagian kepalanya dalam keadaan beliau sebagai muhrim (orang yang berihram) karena sakit pada sebagian kepalanya”.

Salah seorang yang melakukan terapi bekam, Edi (47) mengatakan, badannya terasa lebih ringan dan sehat setelah melakukan terapi bekam.

Saat itu ROL berkesempatan melihat proses bekam pada Edi. Dia tidak terlihat kesakitan meski tubuhnya ditusuk jarum hingga bagian tersebut dikop untuk mengeluarkan darah.

Edi tampak tertelungkup santai sambil bibirnya tak berhenti berdzikir. Meski ditusuk dan mengeluarkan darah, bekam memang tidak terasa sakit karena kulit yang ditusuk hanya pada lapisan dermis atau kulit jangat.

Hal serupa juga dirasakan oleh Warga Jatisari, Pondok Gede, Karminto. Setelah melakukan bekam keluhan kesemutan, masuk angin dan berat pada panggul begitu saja hilang. Dia mengaku tidak merasa sakit dan khawatir berefek negatif. “Saya tidak kuatir dengan bekam karena memang tidak sakit dan berefek buruk,” katanya.

Proses Bekam

Pengambilan darah dilakukan menggunakan alat berbentuk mangkuk (cupping set) yang ditempelkan pada kulit. Setelah kulit bersih, mangkuk bekam ditaruh dan dipompa untuk mengosongkan udara di dalamnya. Pemompaan dilakukan sesuai daya tahan pasien. Di sini pasien akan merasa sedikit pegal dan kulit pun berwarna merah kehitaman. Setelah kira-kira 10 menit, mangkuk dilepas dan kulit akan terasa menebal.

Tepat di atas kulit yang menebal dilakukan penusukan menggunakan jarum dan tusukan berkali-kali ini tidak keras.

Selanjutnya, mangkuk kembali ditempelkan dan dipompa. Tindakan inilah yang membuat darah keluar seperti merembes. Perlahan-lahan darah semakin banyak, bahkan menggenang di dalam mangkuk. Dalam bekam, inilah yang dimaksud “darah kotor”. Dalam konsep bekam, darah kotor adalah darah yang tidak berfungsi lagi, sehingga tidak diperlukan tubuh dan harus dibuang.

Proses pengisapan darah berlangsung tak lebih dari 10 menit. Setiap kali terapi bekam dijalankan, biasanya dilakukan dua sampai tiga kali pengisapan darah, tergantung pada jenis keluhan serta volume darah yang keluar. Jika darah hanya keluar seperempat mangkuk setiap kali bekam, pengulangannya lebih sering dibandingkan dengan pasien yang darahnya keluar lebih banyak.

Terapi yang dalam bahasa Arab disebut hijamah ini telah disesuaikan dengan sunah Nabi Muhammad (Shallallaahu ‘alaihi wasallam-red). Tak heran, para terapis umumnya berasal dari pondok-pondok pesantren.

Terapis bekam, Ahmad Fadholi melakukan bekam tentunya dengan cara Islami, namun ia juga mempraktekan apa yang dia yakini dan terbukti manfaatnya seperti mengkombinasikan pijat refleksi pada pasien bekam. “Bekam yang saya kombinasikan dengan pijat refleksi, Alhamdulillah terasa lebih efektif pada pasien,” kata Ahmad.

Seperti akupuntur, Ahmad menjelaskan bekam mengenal lebih dari 350 titik di seluruh tubuh. Namun, dalam praktik Ahmad mengutamakan pada titik-titik sumber penyakit seperti anjuran Nabi Muhammad, yang terletak di seputar kepala, leher, pinggang, dada, dan kaki. Dari situ terdapat tiga titik utama yaitu ummu mughits dan dua titik qumahduah.

Titik Ummu mughits yang berada di atas kepala merupakan titik utama bekam, yang sekaligus merupakan pertemuan ratusan titik dari seluruh tubuh.

Lewat titik itu saja bisa disembuhkan bermacam penyakit pada bagian atas tubuh, seperti vertigo, polip, gangguan saraf telinga, penyakit kulit, depresi, sampai gangguan ilmu hitam atau sihir.

Sedangkan qumahduah terletak di leher bagian belakang, tepatnya antara rambut dan cuping telinga, baik kanan maupun kiri. Kedua titik tersebut yang selalu digunakan dalam sebuah terapi, ditambah sejumlah titik-titik lain sesuai keluhan pasien.

Seusai dibekam, seseorang dianjurkan meminum minuman hangat, misalnya jintan hitam atau madu. Ahmad biasa menyuguhi pasiennya dengan air jahe hangat yang ditambah madu. Sebelum dibekam, pasien juga disarankan untuk berpuasa beberapa jam.

Ada banyak manfaat bekam, antara lain melancarkan peredaran darah, meringankan badan. Mengobati masuk angin, darah tinggi, kolesterol, stroke, jantung, asam urat, sakit pinggang, liver, gatal-gatal, migrain, sakit kepala, sakit mata, impotensi, sinusitis, jerawat, ambeien, maag, meningkatkan daya ingat, kecerdasan dan memperbaiki sistem imunitas.

Selain penyakit tersebut bekam bermanfaat bagi penyakit psikis seperti sulit tidur atau insomnia, stres, sering mimpi buruk, sering kesurupan, trauma dan rasa takut yang berlebihan. (cr1/ri) HIMAYATUL HUSNA/ROL